Showing posts with label renungan. Show all posts
Showing posts with label renungan. Show all posts

Saturday, October 19, 2013

Trik Untuk Patuh terhadap Orang Tua

Coba kita ingat berapa kali kita mengacuhkan peintah orang tua, entah Ayah atau Ibu kita? ketika disuruh membeli gula, atau beras atau rokok, mengambil cucian di belakang, mencuci piring makan kita sendiri?sepele bukan? tapi dampaknya bisa jadi sangat luar biasa pada penilaian orang tua terhadap kita. Apakah pernah kita merasa orang tua kita kurang perhatian pada kita, atau lebih pilih kasih terhadap adik atau kakak kita yang lebih patuh dan menurut ketika diberikan nasihat? jawabannya ada pada kita sendiri. Tidak ada orang tua yang tidak sayang pada anak - anaknya, kalaupun ada maka itu suatu kelainan. Insya Allah mereka selalu berusaha bersikap adil pada semua anak - anaknya tanpa pernah pilih kasih. Adil dalam hal ini bukan selalu berarti sama rata, tetapi membagi sesuatu tepat pada porsinya masing - masing sesuai tingkat usia dan pemahaman anak terhadap sesuatu. Contohnya dalam membagi uang saku sekolah. Untuk anak SD, SMP dan SMA pasti orang tua akan memberikan jumlah yang berbeda pada masing - masing tingkatan sekolah. Untuk anaknya yang masih SD pasti diberikan paling sedikit diantara anak yang sudah SMP atau SMA. Kenapa? Karena tingkat pemahaman anak SD juga kebutuhannya terhadap uang masih kalah jauh dibandingkan yang sudah SMP atau SMA. masih banyak contoh - contoh lain seperti itu, tapi yang ingin saya tekankan disini adalah, kita sebagai anak harus selalu berusaha bersikap santun, hormat dan menghargai setiap nasihat orang tua dan terutama merespon dengan tepat semua perintah yang diberikan. Saya mengerti bahwa seringkali orang tua menyuruh sesuatu pada kita disaat kondisi fisik kita, kondisi emosi kita sedang lelah atau jenuh dan tidak ingin diganggu. Tapi dalam perintah agama, sangat - sangat dilarang buat kita mengatakan "AH", kalau dalam bahasa sekarang bisa juga diartikan, tar dulu, tar ah capek, males, atau yang semacamnya. Allah sangat membenci sikap yang seperti itu, terutama dalam konteks hubungan orang tua dengan anak. Saran saya, cobalah renungkan masalah ini dalam - dalam, fikirkan dengan jernih setiap hal yang akan kita katakan. Coba ukur, lebih banyak mana jasa kedua orang tua kita dibandingkan dengan frekwensi mereka menyuruh kita melakukan sesuatu. Dengan begitu minimal kita akan mampu memotivasi hati dan fikiran untuk selalu patuh terhadap perintah orang tua meski secapek dan segalau apapun kondisi fisik dan mental kita, selama perintah itu tidak melanggar syariat. Tanamkan selalu dalam hati bahwa mematuhi orang tua akan memperoleh pahala yang sangat besar dari Allah dan juga keridhoan orang tua serta kasih sayangnya akan semakin besar pada kita. Saya menulis artikel ini bukan karena merasa sudah sangat patuh terhadap orang tua atau jadi sok pintar, saya pun masih juga belajar, masih sering juga berkata tidak menyenangkan pada orang tua, tapi minimal dengan berbagi artikel ini akan jadi pengingat juga bahwa saya masih perlu banyak belajar dalam masalah hubungan dengan orang tua.

Mensyukuri nikmat Allah.

Apa kamu tahu kenapa Allah menyuruh kita bersyukur atas semua nikmat-Nya? Rasanya semua dari kita sudah tahu tapi tidak paham..sama aku juga begitu. Baru tadi jam 9 malam lah aku benar - benar paham kenapa Allah menyuruh kita mensyukuri nikmat-Nya. Apakah ada diantara anda yang pernah sakit dan harus berobat ke dokter spesialis? Berapa biayanya? Berapa obatnya? anda pasti tahu. Kebetulan hari ini aku diantar ayah ke dokter sesialis THT karena telinga kananku sedikit bermasalah, ngilu tingkat dewa yang membuatku tak bisa tidur saat malam..sakit sekali.. Setelah mengantri mulai jam setengah 7,  baru pada jam 9 malam giliranku dipanggil masuk. Seperti biasa setelah ditulis nama, alamat dan bla.bla.bla lalu ditanya keluhan - keluhannya. "Oke, silahan duduk di kursi ini mas" kata suster yang cantik mempersilahkanku duduk di sebuah kursi praktek yang penuh peralatan aneh. Pertama telingaku dibanjiri dengan air menggunakan suntikan sapi, ya benar suntikan sapi, yang besarnya anda pasti tahu. Rasanya telingaku habis terkena banjir disiram air sebanyak itu. Setelah itu dengan alat menyerupai vacum cleaner tapi berukuran kecil telingaku disedot kotorannya. Aku cuma bisa meringis menahan linu dan ngilunya. Belum selesai penderitaanku setelah telinga diobok - obok oleh suster tadi, tiba giliran sang dokter ahli THT memasukkan sebuah alat yang ku kira itu teleskop khusus untuk telinga. Dengan kejamnya beliau masukkan alat tersebut tanpa bertanya padaku apakah sakit atau tidak. Huh sedikit kesal rasanya. Anda tahu apa yang dilihatnya? ternyata hanyalah bengkak ringan seperti jerawat kecil gara - gara aku sering korek - korek telinga menggunakan jari sehingga ada infeksi di telinga bagian tengah. Yup selesai sudah, tinggal bagian yang dinantikan dan pasti membuat semua hati berharap - harap cemas. Apakah itu? betul sekali biaya periksa dan obatnya. Dengan ringannya Pak Dokter itu mengucapkan nominal yang membuat bulu kuduk saya merinding disko. Rp 384 ribu untuk ongkos periksa, tindakan medis sekaligus obatnya. "Sh*t" gumamku dalam hati. Kupingku yang diotak-atik gak karuan cuma pakai vacum cleaner, suntikan sapi dan obat tetes harus ditebus dengan uang sebesar itu? Subhanallah..betapa kesehatan yang Allah berikan pada kita begitu mahal harganya. Kalau hanya masalah jerawat kecil di telinga saja sudah sebegitu mahalnya, tak bisa kubayangkan berapa besar biaya yang harus kita keluarkan untuk penyakit jantung, Diabetes, Kanker, Gagal ginjal yang saat ini menjadi penyakit paling trend di dunia, Allahu Akbar. Dialah Maha Sempurna, Dialah sebaik - baik Pemberi..Maka sudah sepantasnyalah jika kita sebagai hamba tunduk dan patuh padaNya, karena Dia telah memberi semua yang kita butuh tanpa kita meminta, Dia tak sedetikpun meninggalkan kita, tak secuilpun Dia minta imbalan dari harta yang kita miliki. Dialah Penguasa, Dialah Pengatur, Dialah Pewaris yang tunggal tak terbagi.

Saturday, November 10, 2012

Aku pasrah Ya Allah

Mawar_merah_yang indah
Semoga setiap jengkal kekacauan ini akan kutemukan hikmahnya. 
rasa kecewa, sedih, gundah dan kemarahan yang sudah terlanjur keluar dari mulutku
akan kuganti dengan permintaan maaf pada Pemilik bumi ini.
juga kumintakan maaf padanya.
maaf telah terucap kalimat-kalimat kasar dari mulutku, maaf karena mengecewakanmu
maaf telah membuat hatimu tersiksa, maaf karena tak bisa hadir menemanimu
maaf untuk setiap air mata yang terurai karena aku..
dan maaf karena akhirnya harus meninggalkanmu.

tidak ada yang perlu disesali lagi.
setiap tindakan pasti akan ada akibatnya
aku menjauhimu berarti harus siap kehilanganmu
untuk selama-lamanya
kecuali memang Penulis takdir Yang Agung menghendaki lain..

saat ini aku hanya ingin berjalan ke depan
membuktikan kualitasku sebagai hamba
di hadapan-Nya.

biarlah Dia yang mengurus semuanya.
biarlah Dia yang menuntun arah pandang mata batinku.
selalu kupinta dalam setiap tangkup doa
semoga yang terbaik akan menemani kami berdua akhirnya nanti
tidak peduli siapa, asalkan membuat kami tenang dan semakin dekat padaMu.

Allahu robbi, irhamna, irhamna, irhamna, Ya Rahmanirrohim..

Thursday, February 9, 2012

Ustad Ysuf Mansur


Yusuf Mansur. Seorang laki – laki yang lebih dikenal orang dengan sebutan Ustad Yusuf Mansur, lahir di Jakarta pada 19 Desember 1976. Beliau adalah salah satu sosok Ustad yang sangat saya kagumi. Tausiah – tausiah yang jujur, tegas dan langsung pada pokok permasalahan seringkali membuat kita tercenung dan merasa ditampar keras. Bagaimana tidak, apa yang beliau sampaikan semuanya adalah masalah – masalah riil yang tiap hari kita hadapi atau kita temui dalam kehidupan. Masalah pekerjaan, karir, jodoh, belum punya anak, sekolah, kemiskinan, kekurangan, kebodohan, kesulitah hidup, kebuntuan pikiran, usaha dan masih banyak hal lain yang barangkali salah satunya sedang kita hadapi. Selalu dalam setiap ceramahnya beliau mengingatkan bahwa masalah yang kita hadapi itu sejatinya hanya ada dua kemungkinan, kalau bukan ujian ya pasti azab. Bagaimana kita tahu perbedaannya? Kita lah yang faham itu semua, kalau ujian ciri – cirinya enteng dan sebentar kata beliau, kita hanya butuh sabar dan tawakkal maka pasti selesai dan kita naik derajat, itu sudah pasti..Tapi kalau azab ciri – cirinya lama waktunya dan cenderung meningkat volume penderitaannya, kalau tahun ini hutangnya 10 juta maka tahun depan hutangnya malah jadi 20 juta, bukan malah berkurang kita malah nyungsep nggak karuan kata beliau. Bukan hanya menenjukkan masalah tapi beliau juga menunjukkan jalan keluarnya, yang sudah pasti harus melibatkan Allah dalam setiap aspeknya. “ Nggak akan ada satupun yang mampu menolong kita ketika Allah sudah berkehendak menimpakan satu kesulitan pada kita, Pun tidak akan ada satupun yang dapat menghalangi kita kalau Allah berkehendak memberikan pertolongan pada kita” kalimat dasar inilah yang selalu didengungkan Ustad Yusuf Mansur ketika menyampaikan tausiahnya. Artinya apa? Misal, kalau Allah sudah berkehendak mengambil pekerjaan dari kita, kemanapun kita cari, siapapun koneksi kita nggak akan ada manfaatnya, pekerjaan tetap tidak akan ketemu. Tapi kalau Allah sudah berkehendak menolong kita, tanpa kita melamarpun pekerjaan itu akan datang sendiri menghampiri kita, contoh – contoh seperti itulah yang sering diungkapkan dalam majelis. Beliau selalu menekankan ajak Allah, hadirkan Allah, undang Allah dalam setiap permasalahan hidup kita, tempatkan Dia sebagai yang pertama untuk dilapori ketika kita mengalami kesulitan, tapi ya jangan hanya pas kesulitan, ketika senang pun harusnya Dialah yang pertama di undang untuk mengucapkan syukur. Artinya apa, bahwa tidak setiap jengkalpun dalam detik kehidupan ini kecuali Allah telah mengatur semuanya, Dia Maha Tahu segala hal, Dia Maha teliti dan Maha Bijaksana. Pertanyaannya kenapa kita selalu lupa dengan-Nya? Kenapa kita mencari pertolongan manusia yang notabene hanyalah makhluk yang lemah, penuh keterbatasan dan penuh kesalahan? Bukankah ada Dzat yang harta-Nya tidak pernah habis, yang kekuasaan-Nya tidak ada batasnya, yang kasih sayang-Nya tidak pernah surut, yang karunia-Nya tidak pernah berkurang , kenapa kita lupakan itu? “Ud’uni Astajiblakum” Mintalah pada-Ku maka akan kuperkenankan bagimu. Dia sudah berjanji, kalau kita mau meminta maka pasti dikabulkan, Dialah satu – satunya Dzat yang sangat amat gembira ketika ada yang meminta pada-Nya. Dialah yang selalu membuka pintu maaf lebar – lebar bagi hamba-Nya yang mau bertaubat. Apakah ada makhluk yang bisa seperti itu? Tapi seringkali kata Ustad, banyak orang yang baru meminta sekali dua kali sudah menyerah dan mengatakan Tuhan tidak menepati janji-Nya. Padahal dia tahu dosanya masih begitu besar dan sulit untuk termaafkan. Kenapa tidak berfikir bahwa Dia sudah menyiapkan permintaan kita tetapi hanya ditunda sampai saatnya dosa kita sudah habis, maka kata Ustad teruskanlah mintanya, lebih banyak lagi, lebih sering lagi, lebih serius lagi supaya Tuhan tahu kita benar – benar menginginkan doa kita terkabul, kalau awalnya cuma sholat 1 waktu, maka di tambah jadi 2 waktu begitu seterusnya sampai jadi 5 waktu, kalau biasanya sholat telat 2 jam dari waktunya maka sekarang 15 menit sebelum masuk waktu sudah standby di sajadah, kalau biasanya cuma sholat wajib maka ditambah lagi sholat sunnah, Qobliah ba’diah, tahajjud, dhuha, sholat taubat, hajat, kalau biasanya tidak pernah wirid sekarang wirid, kalau biasanya jarang baca Al Qur’an sekarang tiap hari 5 ayat atau 1 surat, begitu seterusnya sampai Allah yakin bahwa kita benar – benar kepingin doa kita terkabul. Kalau sudah melakukan ini semua minimal 1 bulan berturut – turut dan belum ada tanda – tanda doa kita dikabulkan maka pasti ada yang salah dengan diri kita. Apa yang salah kata Ustad? Berarti kita terjebak diantara 10 dosa besar sehingga Allah belum berkenan mengabulkan doa kita. Apa saja 10 dosa besar, beliau juga merincikannya sesuai dengan kadar dosa yan diakibatkannya.

Menyekutukan Allah (percaya pada batu, keris, akik, jimat dan sebagainya)

Meninggalkan sholat (sholat tidak tepat waktu atau bahkan tidak sholat sama sekali)

Durhaka pada orang tua (sering membentak, mengabaikan perintahnya, menyepelekan dll)

Berzina (berhubungan dengan yang bukan muhrimnya) Sebagai perhatian, sekali kita berzina maka ibadah kita 40 tahun ludes dimakan dosa zina, padahal dalam satu malam sangat dimungkinkan kita berzinah lebih dari satu kali, maka tinggal kalikan berapa puluh tahun ibadah kita ludes karena zina. Maka jangan heran kesulitan kita tidak kunjung Allah angkat.

Harta haram (harta yang didapat dengan mencuri, korupsi, hal ini cuma kita yang tahu pasti)

Mabuk (minuman keras, obat – obatan terlarang)

Berdusta (berkata bohong, kesaksian palsu dll)

Memutuskan silaturrahim (bermusuhan dengan saudara, kerabat atau tetangga)

Kikir (pelit, tidak mau sedekah, tidak mau berzakat, dsb.)

Ghibbah (bergunjing, ngrasani.) sebagai perhatian, saat kita menggunjing tetangga atau kawan atau siapapun, ketika yang kita bicarakan itu bohong maka kita terkena dosa fitnah, pun kalau yang kita bicarakan itu benar tentang aib saudara kita, kita terkena dosa ghibbah. Apa efeknya? Semua dosa orang yang kita rasani jadi punya kita, semua pahala ibadah kita jadi milik orang yang kita rasani, habis sudah..Kita harus sadari semua ini dan mengakuinya.

Kalau melihat 10 dosa besar diatas saya pribadi sangat yakin kita kena beberapa diantaranya atau bahkan mungkin semuanya. So, tidak ada jalan bagi kita kecuali taubatan nasuha, karena menurut hitungan logika tidak akan mungkin terkejar dosa kita dengan umur yang ada, maka hanya Allah lah satu – satunya jalan keluar yang bisa menghapus itu semua. Tidak ada manusia yang sempurna kata Ustad Yusuf Mansur, semuanya pasti punya salah, semua pasti pernah melakukan keburukan tinggal bagaimana kita menyikapi semuanya, tetap berharap pada manusia atau mulai menyadari kelemahan dan kembali pada Sang Pencipta. Allah selalu mendukung hambanya yang mau meminta pada-Nya baik ketika kesulitan itu berupa ujian terlebih ketika kesulitan itu berupa azab, Dia tidak akan tega melihat hambanya terlunta di bumi-Nya. Sepanjang masih ada nafas dalam raganya, selama itu pula pintu taubat akan selalu terbuka lebar bagi seorang hamba. Allah Karim Allah Rahim..

Wednesday, December 7, 2011

Mampukah membalas pengorbanan orang tua

Tadi malam sekitar setengah sebelas malam, di Surabaya cuacanya sangat dingin karena baru saja turun hujan mulai selepas magrib hingga jam 10an malam. Dalam keadaan dingin seperti itu perut saya terasa lapar sekali, akhirnya saya putuskan keluar dengan motor saya berputar-putar sekitar kos-kosan untuk mencari penjual makanan, Tidak seperti biasanya malam kemarin sangat sedikit penjual nasi yang masih buka, mungkin karena hujan juga..Setelah lama berkeliling saya putuskan berhenti di sebuah warung penjual sambelan ayam goreng. Saya pesan nasi dengan ayam goreng lengkap dengan teh manis panas sebagai pengusir dingin. Sambil makan saya perhatikan bahwa dari tadi penjual itu sendirian saja melayani pembeli, padahal saat itu dingin luar biasa. Seorang perempuan yang saya tebak berumur sekitar 45 tahunan. Iseng saya tanya, " Piyambek'an to bu?" (red. Sendirian saja ta Bu?) "Inggih mas, Bapak'e nek mboten disusul mboten mriki, tilem" (red. Iya mas, Bapaknya kalau tidak dijemput di rumah tidak kesini, tidur).Hadeh..Dasar cowok dalam hati saya.he.he. padahal saya sendiri cowok..Tiba -tiba saja saya teringat ibu saya sendiri di rumah. Sebesar ini jugalah pengorbanannya untuk keluarga. Ibu saya di rumah membuka toko kelontong kecil-kecilan, yang saya rasa tidak bisa disebut toko karena saking sederhananya. Setiap hari beliau ke toko grosir tempatnya kulak'an barang dagangan berjalan kaki, atau kalau harus beli minyak tanah harus naik sepeda ongkel, yang padahal kalau dijual lagi untungnya tidak sampai 500 rupiah, aneh sekali ibu saya..Kalau saya tanya jawabnya enteng, alah wong memang bantu tetangga supaya tidak terlalu jauh kalau cari kebutuhan sehari-hari..Aneh kan? Untuk diketahui di sekitar rumah saya ada beberapa penjual serupa dengan kapasitas yang lebih besar dari dagangan ibu saya, tapi anehnya tetangga lebih suka belanja ke ibu saya, ya karena itu tadi, wong ambil untung tidak sampai 500rupiah, kadang malah hanya untung 100 rupiah..Tapi yang jauh lebih aneh lagi dengan jualan beitu saja beliau, ibu saya tercinta sanggup menguliahkan 3 anaknya sampai ke jenjang perguruan tinggi.. Glodak..Padahal ayah saya hanyalah seorang pegawai BUMN dengan golongan IIA, karena beliau ayah saya, laki-laki yang paling saya hormati hanya lulusan SMP. Meskipun begitu jangan pernah meremehkan skillnya. Beliau sangat menguasai kelistrikan setara dengan lulusan perguruan tinggi, bahkan beberapa kali beliau ditawari untuk mengajar di SMK..Glodak lagi..he.he..Bisa anda bayangkan betapa pontang-pantingnya beliau berdua mengusahakan anak-anaknya agar bisa kuliah, agar bisa hidup di kota orang karena semua saudara saya termasuk saya kuliah di luar kota. Bahkan 3 bulan kemarin beliau berdua sanggup memberangkatkan kakak saya yang kedua ke Jepang, karena dia diterima bekerja disana melalui sebuah perusahaan penyalur tenaga kerja. Ya, kakak saya yang ke-2 adalah lulusan sastra jepang, maka ke Jepang adalah impiannya sejak kuliah.

Kembali lagi ke tema awal, mampukah kita membalas pengorbanan orang tua..Inilah yang harus jadi pertanyaan besar bagi kita semua khususnya saya. Bagi saya pribadi, meskipun ada 2 gunung emas yang bisa saya persembahkan bagi mereka, pasti tidak akan cukup untuk membalas pengorbanan dan kasih sayang mereka yang seluas samudera. Tidak terbayang bagaimana mereka menjadikan kaki di kepala lalu kepala di kaki hanya demi melihat anak-anaknya bisa tetap nyaman menjalani hidup. Mereka rela tidak tidur semalaman hanya untuk menjaga kita ketika kita sakit dan lemah terbaring di ranjang. Mereka rela tidak makan hanya supaya kita bisa tetap kenyang dan bisa bermain lagi di luar. Mereka rela berpuasa hanya untuk bisa membayar uang sekolah kita. Thats the most amazing things that our parent do for us. Bagi saya neraka jahanamlah tempat yang paling layak jika sampai terlontar kata-kata atau perbuatan yang membuat mereka marah, kecewa dan sakit hati. Kata-katanya adalah perintah raja yang harus saya lakukan meski akan memberatkan dan meluakai saya. Cuma itulah yang sanggup kita lakukan untuk membalasnya tidak ada lagi.

Saturday, July 30, 2011

PERANG DAHSYAT AKAN DIMULAI


Sebentar lagi, InsyaAllah senin 31 Juli 2011 seluruh umat muslim di dunia akan bersama - sama melaksanakan sebuah ritual Maha Dahsyat, sebuah perintah yang nilai imbalannya tidak mampu digambarkan oleh hitungan manusia. Maha Dahsyat karena bebannya yang melebihi peperangan terdahsyat yang pernah terjadi di bumi. Shaum Ramadhan.. Ya..puasa Ramadhan namanya.. Satu ketika Nabi Sollallahu 'alaihi wasallam berucap, "KITA BARU SAJA MENGAKHIRI PERANG YANG KECIL DAN AKAN MEMASUKI PERANG YANG JAUH LEBIH BESAR LAGI" sahabat pun dengan heran bertanya? Ya Rasul, perang badar yang baru saja usai ini adalah perang yang begitu besar, banyak nyawa melayang, korban berjatuhan dan tak terhitung jumlah kerugian yang sudah dialami, maka perang apakah yang engkau katakan jauh lebih besar dari perang ini? Lalu Rasul menjawab. "PERANG MELAWAN HAWA NAFSU"..begitulah rasul menjawab.. benar dan memang akan selalu benar dari zaman itu hingga sampai masa sekarang dimana kita hidup.. Dari tahun ke tahun ujian dan cobaan untuk orang yang berpuasa semakin hari semakin besar, tidak saja ujian dari luar tapi yang lebih berat adalah ujian dari hati kita sendiri.. dimana nafsu menjadi semakin liar di bulan ini, entah nafsu makan, nafsu untuk belanja dan nafsu - nafsu yang lain yang seringkali kita turuti. Sadar atau tidak jika kita hitung, pengeluaran pada bulan ramadhan pasti jauh lebih besar dibanding bulan - bulan biasa..karena makanan, minuman, pakaian dan segala pernak - pernik dunia yang tidak pernah kita butuhkan di bulan lain menjadi terasa istimewa dan mendesak untuk dibeli di bulan ramadhan. Balas dendam atau apa? tanpa terasa setan dengan begitu halus membuat kita terlena dengan hal ini.. cobalah kita melihat saudara kita di luar sana yang serba kesulitan, jangankan buka puasa dengan menu yang serba wah, untuk makan seadanya saja sudah sangat kepayahan. Jangankan membeli pakaian baru, yang lama sampai robek saja masih dijahit dan dijahit lagi, sampai - sampai warnanya sudah tidak terlihat lagi saking kumalnya. Tidak mudah memang menjalankan puasa seperti yang dicontohkan Nabi, karena level kita sangat jauh berbeda bagaikan langit dan bumi, tetapi paling tidak mari kita usahakan agar hati ini bisa selalu bersih, ibadahnya kita tambah - tambah, amalnya kita lebih - lebihkan dibanding bulan yang lain, kasih sayangnya kita besar - besarkan untuk sesama saudara, senyumnya kita lebar - lebarkan untuk orang lain maka Insya Allah kita akan termasuk dalam kategori hamba - hamba yang Muttaqin seperti harapan.

Saya memberikan teguran ini khusus bagi diri saya pribadi agar lebih baik dalam melangkah, dan semua saudara - saudara pada umumnya agar kita bersama - sama mampu mewujudkan kehidupan yang lebih indah...Assalamu alaikum

Friday, May 27, 2011

RIYADHOH (KENDARAAN MENUJU KEAJAIBAN)


Tidak ada tempat bagi kita untuk meminta kecuali Dia Yang Memiliki Langit..ketika hidup tidak berjalan sesuai harapan, ketika masalah tidak kunjung menemukan jawaban dan ketika kesulitan datang tanpa berhenti, maka mungkin sudah saatnya kita mengintrospeksi diri, mohon ampun atas semua kesalahan..Pada siapa? YA benar pada Sang Penguasa hati..Dialah yang akan memanggil kita dengan seruanNya.."Datang padaKu, maka pasti akan kupantaskan untukmu NikmatKu, kuselesaikan urusanmu,dan kurubah hidupmu menjadi jauh lebih baik.."begitulah Dia berjanji pada kita..asal kita mau mohon AmpunNya, asal kita mau pasrah padaNya, maka Dialah Allah yang pasti akan membukakan seribu jalan bagi kita untuk keluar dari masalah hidup..Aku hanyalah satu dari yang mencoba membuktikan semua janji itu, meskipun tertatih, meskipun berat jalan untuk kembali padaNya, tapi aku yakin, haqqul yakin bahwa memang tidak ada Tuhan yang pantas dipasrahi segala hal kecuali Allah SWT yang Maha Pemurah, Yang Maha Gagah..

memulai Riyadhoh

  • 40 hari jaga berjamaah, di masjid, tanpa ketinggalan takbir pertama imam. Bila Anda adalah perempuan, minta izin sama suami, atau jalan sama muhrim. Kalo ga aman, jangan. Ga apa-apa di rumah. Tapi standby sebelom azan.
  • 40 hari jaga dhuha dan shalat malam. 40 hari jaga qobliyah ba'diyah.
  • 40 hari jaga senen kamis, syukur-syukur bisa puasa daud, sehari puasa sehari engga.
  • 40 hari baca waaqi'ah saban habis shubuh dan habis ashar, yaasiin saban habis isya, dan al mulk saban jelang tidur. Di antara itu, khatamin Qur'an. Ga usah 40 hari khatam. Yang penting ada usaha ngatamin.
  • Awali dengan sedekah yang besar, yang bernilai, yang sebelomnya susah untuk dikeluarkan. Yang beda lah pokoknya.
  • 40 hari baca laa hawla walaa quwwata illaa billaah 300x, bebas jamnya, pokoknya 300x. Istighfar harian 100x, shalawat 100x.
  • Tetap kerja, tetap dagang, tetap belajar, tetap beraktifitas seperti biasa. Hanya jadiin ibadah, dengan awal baca bismillah dan selesainya baca alhamdulillah.
  • Saban habis shalat, baik yang wajib dan sunnah, berdoa. Doa masing-masing. Boleh bahasa indonesia.
  • (sumber : Ustad Yusuf Mansyur)

Thursday, March 24, 2011

Ketika Doa Tidak Terjawab

Ketika hati ini rasanya penuh sesak dan gelisah yang memuncak
ketika rasa dalam dada sudah tidak mampu lagi terbendung
hanyalah Allah tempatnya kita kembali..
tapi aneh sekian lama berdoa lalu berjalan hari - hari setelahnya
rasanya kerumitan dan sumpek dalam hati belum juga hilang
sepertinya tidak ada gunanya berdoa dan memohon
sepertinya tidak ada gunanya bermunajad

Tapi bukan..bukan seperti itu yang terjadi
Allah tidak pernah berniat buruk pada kita
Dia senantiasa menerima kita apapun keadaan kita
layaknya seorang Ibu, Allah akan selalu mendampingi kita
dalam keadaan apapun, meskipun saat itu kita langgar perintah dan laranganNya
melebihi kasih sayang ibu pada kita, Ia jauh lebih luas cinta dan maafnya
jauh lebih luas ampunan dan ridhonya.

hanya saja memang masih terlampau banyak urusan dosa kita
yang menyebabkan Ia belum menunjukkan kemurahanNya
benahi dulu apa-apa yang salah dari diri kita
mungkin sholat kita, cara kerja kita, apa yang kita makan, yang kita minum
yang kita pakai, yang kita kumpulkan, hubungan kita dengan orang tua, saudara
tetangga, kawan, sahabat dan masyarakat, iri dengki di hati kita, prasangka buruk
dan masih banyak hal lain yang mungkin ada di dalam diri kita..

saat semua itu sudah pada jalannya dan Dia merasa kita sudah bersih
kita akan lihat kekuasaaNya begitu besar untuk mengatur hidup kita
memudahkan perjalanan kita, menyelesaikan masalah kita, melunasi hutang kita
mengangkat derajat kita, menyembuhkan penyakit kita dan lain sebagainya
tanpa kita bisa menebak caranya sedikitpun
karena Dialah samudera kemudahan...

Sayapun masih mencari kebenaran ini, dengan selalu berharap
dan meyakini kebesaranNya

semoga kita semua diberikan hidayah unuk senantiasa kembali
menemukanNya..
amin..

Tuesday, November 16, 2010

NIKMATNYA MEMBERI



(Ida Fitriani). Meskipun hanya sebagai buruh cuci, wanita 43 tahun ini masih rela menyisihkan upahnya untuk berinfak. Ditemui di rumahnya yang dibangun setengah permanen di daerah candi, Sidoarjo, Ida Fitriani menuturkannya kepada Al-Falah.

Saya sangat bersyukur rezeki yang saya dapatkan, meskipun sedikit masih bisa saya sisihkan. Alhamdulillah. Walau mencuci pakaian tidak setiap hari saya dapatkan dan upah yang tidak pasti sama, tapi uang itu saya coba sisihkan sedikit demi sedikit. Uang yang terkumpul itu selain saya salurkan ke YDSF juga saya berikan langsung kepada tetangga atau teman – teman yang kurang beruntung. Saya sadar, meskipun kondisi ekonomi kami kurang,dengan berbagi akan menjadikan kebaikannya berlipat – lipat. Saya yakin itu.

Memang secara ekonomi kondisi kami layak untuk disantuni ketimbang menyantuni. Tapi kami merasa bahagia dan beruntung masih bisa menyantuni orang – orang yang kurang beruntung dari kami. Ada kelegaan tersendiri tatkala hasil keringat ini bisa dinikmati orang lain. Ya mudah – mudahan usaha ini bukan bentuk kesombongan karena kami kikurang berada, tetapi karena niat suci terpatri dalam hati sebagai rasa syukur kami.

Rezeki Tak hanya Rupiah

Sebagai muslim, saya merasa terpanggil untuk itu semua. Berbagi tidak harus menunggu uang berlimpah. Saya sendiri merasa bahagia, meski punya sedikit uang tapi masih bisa menyisakannya. Yang pasti, rezeki yang saya miliki sekarang tidak hanya berupa uang, tetapi anak yang penurut, suami yang bisa membimbing, serta hati yang tenang juga bentuk lain rezeki. Yang lebih membahagiakan lagi, Allah memberikan banyak kesempatan bagi saya untuk beribadah setiap waktu yang saya suka. Saya yakin sekali ini adalah karunia dan kesempatan yang luar biasa yang jarang diberikan kepada umat-Nya. Alhamdulillah, saya mensyukuri itu.

Saya terinspirasi sekali dengan cerita sahabat Nabi SAW. Abdurrahman Bin Auf yang saya baca waktu SMA dulu. Abdurrahman Bin Auf adalah seorang konglomerat yang dianugerahi Allah kemampuan berdagang yang luar biasa. Ketika hijrah ke Madinah, harta bendanya tertinggal di Makkah. Namun dalam waktu singkat Abdurrahman Bin Auf sudah menjadi pedagang yang sukses di pasar Madinah. Hartanya terus bertambah karena sahabat Rasul ini tidak pernah sungkan dan takut memberi 50 persen bahkan semua hartanya untuk dibelanjakan di jalan Allah.

Saya ingin sekali seperti itu. Namun demikian meski harta yang saya miliki tidak sebanyak yang dimiliki orang kay, saya tetap merasa terpanggil untuk menyisihkannya agar manfaat dan kebaikannya bisa dirasakan penerimanya.

Disadur dari majalah bulanan Al-Falah

Monday, November 8, 2010

DIA TAHU SEMUANYA


Setiap kehidupan adalah telah diatur sesuai fitrahnya.
tidak kurang dan tidak lebih menurut ukuran Tuhannya.
tumbuhnya rambut, memutih dan rontoknya
semua ada dalam catatan yang jelas di atas langit.
kuncup, muda menjadi daun tua lalu jatuh ke bumi
semua tidak terjadi kecuali Allah tahu semuanya.
Sungguh tidak ada yang terlepas dari penglihatanNya
tidak ada yang terlewat dari perhatianNya
lalu mengapakah kita manusia menjadi khawatir
takut jikalau rizki akan salah tempat, tidak sampai
atau terambil orang bahkan hilang.
Padahal telah diaturNya sedemikian rupa
dibentangkan diantara langit dan dihamparan bumi
semua karunia yang tak akan pernah habis.
sebenarnya dimanakah letak kekhawatiran kita?
ternyata tempatnya ada di dalam hati dan nurani
ketika kita jauh dariNya, maka secara otomatis
kepercayaan kita, kayakinan kita terhadapNya
akan perlahan hilang, dan akhirnya sama sekali padam
inilah yang menyebabkan hati kita takut tanpa sebab.
Karena ia sudah tak lagi punya sandaran vertikal
yang kuat dan aman untuk memasrahkan segala
apa yang telah diupayakannya, sehingga hanya ketakutan
yang tidak jelas yang selalu menghantuinya.

Tuesday, August 10, 2010

BAGAIMANA MENJADI IKHLAS

-->Ikhlas dengan keadaan yang tidak bisa membuat kita ikhlas adalah suatu yang sulit, tapi ternyata dengan Keikhlasan seseorang benar-benar menjadi amat penting dan akan membuat hidup ini sangat mudah, indah, dan jauh lebih bermakna, dan kemarin saat meminta istri untuk iklhas saat kehilangan tas di meja kerja dikantornya, memang agak sedikit susah, tetapi Saya memintanya untuk bermunajad dan mengikhlaskan atas ketidak iklasan yang terjadi pada apa yang terjadi, insya Allah pasti ada hikmah dibalik semua cobaan yang terjadi. Rasa Ikhlas bisa berkaitan dengan kebahagiaan. Jadi jika kita bisa membuat dan mengkondisikan suasana hati kita pada posisi ikhlas maka kita akan merasa bahagia atau tenang. Pernahkan tiba-tiba hati kita merasa bahagia tanpa sebab apapun. Rasa itu sebenarnya diakibatkan oleh rasa Ikhlas atas apa yang kita terima baik saat karunia yang kita dapat atau musibah yang kita dapat. Selain membuat diri merasa bahagia dan tentram, apa sih manfaatnya disaat kita ikhlas? Jika kita Ikhlas kita akan merasa kita menyerahkan semua masalah kita kepada Tuhan. Doa kita akan diterima jika kita merasa ikhlas. Jadi kita sebagai manusia adalah makhluk yang lemah ini akan berubah menjadi makhluk yang kuat se alam semesta jika kita pada zona Ikhlas atau berserah diri kepada Tuhan, karena segala keinginan kita mungkin akan di kabulkan. Yang lebih kuat dari gunung adalah besi, yang lebih kuat dari besi adalah api, yang lebih kuat dari api adalah air yang lebih kuat dari air adalah angin. Yang lebih kuat dari angin adalah manusia yang ikhlas. Perlu diingat saat ditimpa suatu musibah pasti akan sulit kita ikhlas menerima apa yang terjadi kepada kita, tapi coba lagi ingat dibalik kesulitan pasti ada kemudahan, Setiap tangisan pasti akan ada sebuah senyuman. Seorang yang ikhlas akan memiliki kekuatan yang besar. Ia seakan-akan menjadi pancaran energi yang melimpah. Keikhlasan seorang dapat dilihat pula dari raut muka, tutur kata, serta gerak-gerik perilakunya yang selalu tenang dan damai. Seseorang yang selalu meratapi apa yang terjadi, menyesali kesalahan atau kekeliruan yang dibuat dan terpaku pada waktu mereka yang terbatas hanya akan merasakan kesusahan, kesengsaraan dan dan keputus-asaan. Dengan sebuah keikhlasan menerima apa yang terjadi, akan membuat kita kembali menatap sesuatu kejadian dengan penuh pesona, terima dengan ikhlas apa yang kita miliki, apa yang terjadi, dan apa yang menimpa kita, maka tidak akan ada lagi sesuatu yang menjadi sebuah beban. Janganlah pernah merasa terlau terhimpit, terkekang karena di dunia ini segala sesuatu pasti berubah, saat hati tidak bisa ikhlas, cobalah berdoa untuk bisa ikhlas atas ketidak ikhlasan kita. tataplah masa depan, jalani dengan penuh keikhlasan dan kesabaran, karena pasti dibalik sebuah permasalahan pasti akan muncul kemudahan. Satu hal, ikhlas itu tidak berarti pasrah, ikhlas itu menerima dengan baik apa yang terjadi, dengan tetap berusaha mencapai apa yang kita inginkan. Menjadi ikhlas saat hati tidak bisa menjadi ihklas adalah tetap yang terbaik, ujian atau cobaan pasti akan terus mengalir, ikhlas menerima dan sabar menjalani adalah sebuah kunci dalam menjalani semua yang ada. "YA Allah ikhlaskan hamba atas ketidakihklasan hati, Asal Engkau terus bersama ku ya Allah" 

Tulisan indah ini disadur dari catatannya mas ERWIN ARIANTO